Review Mitsubishi Destinator 2025: Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Ini dia, Mitsubishi Destinator 2025. Pendatang baru dengan mesin 1,5 liter turbo bertenaga 163,1 PS, transmisi CVT dan dijual dengan harga mulai dari Rp 385.000.000 (tipe GLS, OTR Jakarta). Dan kami berkesempatan untuk melakukan test drive dan menemukan kekurangan dan kelebihannya.
Sedikit latar belakang, Mitsubishi Destinator dirakit di Bekasi, Jawa Barat dan akan diekspor ke berbagai pasar seperti Filipina, Vietnam, Asia Selatan, Amerika Latin, TImur Tengah, dan kawasan Afrika. Dengan strategi penjualan yang luas tersebut, Destinator akan jadi tulang punggung Mitsubishi, terutama di negara-negara berkembang.
Jujur saja, menurut khalayak umum yang kami tanya, jadi pilihan yang menyegarkan di segmen SUV/Crossover 7-seater segmen bawah-menengah. Mengusung konsep produk “Confidence Booster for Energetic Families”, Destinator menjelma jadi mobil keluarga dengan fleksibilitas yang mumpuni. Berkat ground clearance tinggi, ruang lega, hingga fitur bantu kenyamanan dan berkendara yang dibawa.
Performa

Mesin berkode 4B40 yang ada di balik mukanya pertama kali hadir pada 2004. Mesin empat silinder 16 valve ini dibekali turbocharger dan menghasilkan daya 163,1 PS pada 5.000 rpm. Torsinya 250 Nm yang muncul sejak 2.000 hingga 4.000 rpm.
Mesin ini dibekali dengan sistem penyaluran bensin direct injection sekaligus port injection (MPI). Kombinasi sistem pengabutan ini akan menghasilkan olah energi yang lebih presisi dan efisien.
Direct injection menyemburkan bensin bertekanan tinggi dikendalikan secara presisi dan menghasilkan pembakaran yang sempurna. Sementara port injection, memastikan pembakaran yang terbaik saat putaran mesin rendah. Ini bisa panjang kalau kami jelaskan secara rinci. Mungkin nanti akan kami buat artikel tersendiri.
Tapi, yang ‘agak’ kami sayangkan adalah penggunaan CVT. Memang transmisi ini sangat efisien menyalurkan daya ke roda. Tapi lontaran tenaga dari mesin terasa terlalu diredam. Kami yakin, kalau menggunakan gearbox yang lebih ‘sporty’ seperti DCT pasti akan lebih menyenangkan. Tapi kami juga sangat yakin harganya tidak akan mulai dari Rp 385 juta. Pasti lebih mahal.
Secara keseluruhan, performanya cukup bisa diterima sebagai sebuah mobil keluarga. Untuk sebuah mobil harian, sangat cukup.
Pengendalian & Pengendaraan

Harus diakui, kami suka fitur Active Yaw Control (AYC) di mobil-mobil Mitsubishi. Benda ini mengubah pengendalian jadi lebih bisa diprediksi dan meyakinkan. Bahkan saat dipasang di Xpander sekalipun.
Mitsubishi Destinator 2025 dengan AYC juga demikian. Kami coba berkendara agresif di berbagai bentuk tikungan, mobil dengan ground clearance 224 mm ini sangat penurut. Tidak ada pergerakan yang mengkhawatirkan seperti understeer. Dalam beberapa kesempatan malah bagian belakang yang terasa sedikit bergeser. Padukan hal ini dengan bidang pandang yang luas. Jadinya menyenangkan.
Sementara bantingan suspensi, kami tidak terlalu merasakan hal yang istimewa. MacPherson Strut di depan dan torsion beam di belakang adalah paket yang ‘mobil biasa banget’.
Sekali lagi, cocok dengan harga. Peredamannya biasa saja. Namun kami akui, kaki-kakinya tidak menimbulkan bunyi yang aneh-aneh dan membuat khawatir.
Peredaman suara harus diakui cukup baik. Bahkan saat dilarikan di atas permukaan jalan kasar pun, kabin Destinator terasa tenang. Build quality mobil rakitan Bekasi ini cukup baik.
Lima mode berkendara yang disediakan mungkin terlalu banyak, karena kami yakin yang akan sering dipakai adalah Normal dan Tarmac. Sisanya Gravel, Wet, dan Mud mungkin sesuatu yang ‘nice to have’. Kalau perlu ada.
Untuk Destinator Ultimate Premium yang kami pakai, dilengkapi dengan ADAS Diamond Sense dan adaptive cruise control. Benda terakhir itu kami merasa cukup baik membaca kondisi lalu lintas, terutama di jalan bebas hambatan. Bukan yang paling responsif saat membaca lalu lintas depan kembali lengang, tapi bisa diandalkan.
Fitur

Banyak fitur di mobil ini yang juga kami rasa, tidak perlu-perlu amat ada. Contohnya seperti indikator sudut kemiringan di layar monitor, kompas digital.
Mungkin hal-hal seperti itu yang jadi kelebihan nilai jual Destinator dibanding kompetitornya. Meski terasa mubazir.
Yang pasti, sistem multimedia dengan audio racikan Yamaha di Destinator Ultimate Premium yang kami coba ini, adalah audio terbaik yang pernah kami rasakan di mobil mainstream. Tatanannya jempolan, kualitasnya juga hebat.
Kualitas kabin juga cukup saja. Meski banyaknya kompartemen dan hal pendukung seperti power outlet yang tersebar di kabin sangat layak diapresiasi.
Sunroof ada, power back door tersedia, kursi-kursi bisa dilipat dengan mudah untuk menambah area kargo.
Fitur bantu keselamatan terdiri dari enam airbag untuk varian Ultimate. Ditambah berbagai hal dari Diamond Sense seperti Forward Collision Mitigation (FCM) yang akan memberikan peringatan audio atau sekalian mengerem kalau terdeteksi Anda diam saja saat ada objek menghalangi.
Kesimpulan

Kehadiran Mitsubishi Destinator di pasar otomotif Indonesia memang seperti angin segar bagi konsumen. Kami pun merasa optimis, mobil ini bisa diterima dengan baik. Tergantung bagaimana Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memperlakukan penjualan mobil ini.
Destinator hadir dengan kemampuan dan desain fresh serta fitur yang berlimpah, terutama di varian Ultimate Premium yang kami uji. Kabin cukup lega dengan kualitas yang oke dan audio jempolan dari Yamaha.
Handling juga membuat Destinator 2025 mudah untuk dikendarai oleh siapapun. Tidak perlu waktu lama untuk melakukan penyesuaian, berkat posisi berkendara ergonomis dan bidang pandang luas.
Namun transmisi CVT, layaknya CVT, membuat performa mesin turbo terasa mubazir. Tapi ya bagaimana lagi, ini mobil keluarga. Mungkin, kalau Mitsubishi mau membuat satu varian yang lebih sporty, dan harganya masuk akal, bisa pakai transmisi torque converter atau DCT sekalian. Mungkin.
Daftar Harga Mitsubishi Destinator 2025 (OTR Jakarta)
- GLS Rp 385.000.000
- Exceed Rp 405.000.000
- Ultimate Rp 465.000.000
- Ultimate Premium Rp 495.000.000
Note: Harga dikutip dari situs resmi MMKSI pada tanggal 11 September 2025. Dapat berubah sewaktu-waktu.









