Test Drive Citroen C3 Aircross, Mungil Tapi Nyaman Khas Mobil Eropa
SpeednRide.com – Keren! Satu kata terlontar dari mulut, untuk menggambarkan sosok Citroen C3 Aircross ketika berada di hadapan kami. Bisa dibilang, C3 Aircross adalah salah satu produk Citroen, dengan desain menarik khas pabrikan asal Perancis.
Beruntung, SpeednRide mendapat kesempatan untuk mencoba mobil yang masuk kedalam jenis SUV Crossover tersebut. Bila dilihat, desain ekteriornya sarat garis tegas dan aerodinamis, yang seakan siap membelah angin.

Pada bagian depan, terdapat grill yang agresif berbentuk strip diapit oleh lampu utama berukuran besar di kedua sisi. Bergeser ke bagian samping, siluet desain dan tampilan yang gagah memberikannya kesan garang seperti SUV, sementara lekukan halus yang mengalir di bahu membuatnya tampak seperti sedan.
Tampilan samping makin keren, berkat penggunaan velg diamond cut R17 Kuadratis. Sementara bagian belakang, terdapat lampu LED ganda dengan efek 3D yang menambah kesan futuristik.
Jika boleh jujur, bagian depan dan belakang mobil yang memiliki panjang 4.323 mm, lebar 1.796 dan tinggi 1.669 mm ini adalah bagian favorit SpeednRide. Terlihat sangat ‘sexy’ apalagi dengan nyala lampu yang begitu cantik saat di malam hari.

Puas menikmati desain eksteriornya, SpeednRide pun masuk ke kabin. Kesan ringkas dan sederhana terlihat di bagian dalam C3 Aircross. Selain itu, bagian kabin juga terasa lega berkat desain dasbor yang datar dengan layar monitor berukuran besar.
Bagian dasbor terpasang layar berukuran 10,2 inci. Sementara di belakang setir, tersedia kluster instrument bagi pengemudi yang lainnya menyediakan semua jenis informasi yang dibutuhkan selama perjalanan.
Kursi C3 Aircross terasa nyaman berkat penggunaan material fabric. Sayangnya, posisi duduk tidak dapat diatur secara otomatis, sesuai kebutuhan pengemudi, melainkan secara manual melalui tuas yang tersedia.

Selain itu, bagian yang cukup menyebalkan adalah posisi switch atau tombol power window. Bila di mobil lain umumnya berada di bagian pintu untuk mempermudah proses buka tutup jendela, namun di C3 Aircross ini posisinya berada di konsol tengah bagian belakang sehingga aksesnya cukup sulit.
Tak perlu waktu lama, SpeednRide bergegas untuk mencoba mobil ini. Rute yang ditentukan adalah berkeliling area Jabodetabek. Ketika masuk ke jalan tol dalam kota, kami tergoda untuk menginjak pedal gas lebih dalam guna mencoba akselerasi.
Tak disangka, Citroen C3 Aircross yang masuk dalam segmen Low Sport Utility Vehivle (LSUV) mampu melesat dengan kencang. C3 Aircross dibekali mesin bensin 1.200 cc 3-silinder turbo.

Mesin mungil tersebut, dapat menyemburkan tenaga 108,4 daya kuda dan torsi 205 Nm yang sudah bisa dicapai pada putaran mesin 1.750 rpm. Tenaga yang hasilkan, lantas disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatik 6-percepatan.
Menariknya, transmisi ini menyediakan mode manual yang membuat akselerasinya terasa lebih “menjambak”, ketika injakan pedal gas dalam posisi gigi belum dipindah ke yang lebih tinggi.
Meski kapasitas mesinnya tergolong kecil, kombinasi dengan turbo menghasilkan tenaga cukup mumpuni tanpa mengorbankan efisiensi. Bila mengacu pada indikator penggunaan BBM rata-rata, konsumsinya mencapai 11 KM/L hingga 14 km/liter.

Hasil itu dari kombinasi gaya berkendara beragam dan lalu lintas dilewati, dengan mayoritas kemacetan dan rute dalam kota. Puas menjajal performa mesinnya, kami pun berbelok ke jalan non tol dan bertemu kondisi jalan yang rusak dan bergelombang.
Kami cukup terkejut dengan kinerja suspensi dari C3 Aircross. Ternyata bantingan suspensinya nyaman sekali. Tak dipungkiri, memang selama ini Citroen dikenal piawai dalam membuat mobil yang nyaman, termasuk untuk LSUV ini.
C3 Aircross dibekali dengan suspensi khas Citroen, yang sering dijuluki sebagai Flying Carpet Ride. Sistem peredaman ini dirancang untuk menyerap guncangan jalan, memberikan sensasi meluncur di atas karpet terbang, menjadikan mobil ini nyaman untuk perjalanan jauh maupun kondisi jalan yang kurang mulus.
Kenyamanan terebut, ditambah dengan kabin yang bisa dibilang lumayan kedap suara berkat konsep Cocoon Effect, yang menjamin keheningan dan ketenangan di dalam, meminimalisir kebisingan luar.

Meski begitu fitur keselamatan yang ditawarkan tidak begitu istimewa, karena hanya tersedia dual SRS airbags, sistem rem ABS, kontrol stabilitas, Hill Hold Assist, dan kamera parkir. Tak hanya itu, mobil keluarga ini juga tidak dilengkapi pengait ISOFIX untuk child seat.
Tak terasa waktu telah menuju malam hari, kami pun menyalakan lampu utama. Cahaya putih yang keluar dari headlamp membuatnya tampil makin mewah, sayangnya pancaran lampu tersebut kurang fokus dan cenderung redup. Cahaya sedikit terbantu saat foglamp turut dinyalakan.
Kesimpulannya, C3 Aircross merupakan SUV mungil yang cocok untuk penggunaan dalam kota dengan sejumlah keunggulannya, seperti di sektor dapur pacu dan kenyamanan suspensinya. Apalagi dengan harga jual mulai dari Rp 290 jutaan (OTR Jakarta), Citroen C3 Aircross masuk dalam kategori terjangkau.
Kelebihan:
– Desain eksterior menarik
– Mesin turbo bertenaga dan efisien BBM
– Suspensi nyaman khas Eropa saat melibas jalan jelek
– Kursi 3 baris cocok untuk membawa banyak anggota keluarga
– Tersedia arm rest pengemudi
– Dimensi bodi kompak
Kelemahan :
– Spion dilipat manual
– Posisi tombol power window depan cukup menyulitkan
– Lampu utama (Headlamp) kurang terang
– Belum tersedia ISOFIX









