Next P7 & Turing AI Driving, Strategi Besar XPENG di Eropa
Di tengah gempuran pabrikan global di Eropa, XPENG tampil percaya diri dengan membawa visi mobilitas masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI). Pabrikan asal Tiongkok ini memanfaatkan panggung Eropa untuk perkenalkan Next P7 sekaligus memperlihatkan teknologi baru, Turing AI Driving di IAA Mobility 2025.
Sorotan utama di IAA 2025 adalah debut XPENG Next P7, sedan sport listrik revolusioner dengan desain futuristis dan performa setara supercar. Dibekali tenaga 593 PS, mobil ini mampu melesat 0–100 km/jam dalam 3,7 detik dengan kecepatan puncak 230 km/jam. Tak hanya kencang, Next P7 juga membuktikan daya tahannya lewat rekor 3.961 km dalam 24 jam standar baru bagi EV produksi massal.
Teknologi ini disebut sebagai langkah besar menuju era berkendara pintar dengan AI sebagai inti sistemnya. XPENG menargetkan Turing AI Driving sudah bisa dinikmati konsumen global mulai kuartal keempat tahun 2026.
R & D Center di Munich

Tak hanya itu, XPENG juga memastikan pijakannya di Eropa semakin kokoh lewat rencana peresmian Pusat R&D Munich bulan September ini. Kehadiran pusat riset tersebut menjadi sinyal kuat bahwa XPENG ingin lebih dekat dengan pengguna Eropa sekaligus mempercepat pengembangan teknologi mobilitas masa depan.
Pusat penelitian dan pengembangan ini melengkapi sembilan R & D center lain yang sudah ada. Diantaranya berlokasi di San Diego dan Silicon Valley, Amerika Serikat.
“Kehadiran pusat R&D baru di Munich menegaskan komitmen kuat kami untuk menghadirkan pengalaman tersebut bersama Eropa, memperdalam kemitraan, mendorong inovasi lokal, serta melayani pengguna Eropa dengan solusi mobilitas berteknologi mutakhir,” tegas He Xiaopeng, Chairman & CEO XPENG.

“Saat ini kami telah melayani pengguna di lebih dari 46 pasar dan akan terus memperluas jangkauan global, menghadirkan produk inovatif serta teknologi cerdas untuk mempercepat transisi menuju mobilitas berkelanjutan,” tambah Dr. Brian Gu, Wakil Chairman dan Presiden XPENG.
Kiprah XPENG di Benua Biru sendiri juga cukup bersinar. Berdasarkan riset lembaga riset Jerman, USCALE, jenama ini menjadi yang pertama berasal dari Tiongkok, dengan tingkat loyalitas konsumen tertinggi. Nett Score Promoter (NPS) mencapai 81 persen.
Bukan Cuma Mobil Listrik

Dari Indonesia, Erajaya Active Lifestyle (ERAL) sebagai agen pemegang merek XPENG, menyambut positif strategi global ini. Menurut CEO ERAL, Djohan Sutanto, langkah tersebut bukan sekadar ekspansi, melainkan penegasan bahwa XPENG hadir membawa solusi mobilitas cerdas yang relevan bagi pasar dunia, termasuk Indonesia.
“Kami percaya langkah strategis global ini tidak hanya memperkokoh posisi XPENG di kancah internasional, tetapi juga menunjukkan bahwa XPENG tidak sekadar menghadirkan kendaraan listrik, melainkan solusi mobilitas cerdas yang akan mendefinisikan masa depan transportasi di Indonesia,” jelas Djohan.
Lebih jauh, kehadiran XPENG di IAA Mobility 2025 mencerminkan misi yang cukup visioner. Bila di masa lalu kendaraan identik dengan mekanis, XPENG justru membangun DNA produknya di atas kecerdasan buatan. Dari mobil listrik berbasis AI, robot humanoid, hingga wacana mobil terbang, XPENG mengklaim, ingin memposisikan diri bukan hanya sebagai pembuat mobil, tetapi penjelajah mobilitas masa depan.









