SpeednRide.com – Pabrik manufaktur kendaraan GAC di Indonesia resmi mulai beroperasi. Pabrik perakitan ini merupakan investasi Indomobil Group melalui PT National Assemblers (NA).

Mengusung konsep “Lighthouse Factory”, pabrik ini merupakan perwujudan manufaktur cerdas yang ramah lingkungan, didukung teknologi terkini dan sistem produksi terintegrasi.

Model pertama yang akan dirakit adalah AION V, sebuah SUV listrik yang mengusung teknologi canggih dan modern. Perakitan AION V di dalam negeri menandai langkah penting untuk mendukung program pemerintah dalam pengurangan emisi karbon dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

“Kami bangga bisa mengambil bagian dalam membangun masa depan otomotif berkelanjutan di Indonesia. Kehadiran pabrik perakitan unit GAC ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk tumbuh bersama Indonesia, menciptakan lapangan kerja, serta mentransfer teknologi dan pengetahuan,” ujar Mr Wei Haigang, President of GAC international.

Seluruh pengoperasian perakitan sepenuhnya mengadopsi sistem manufaktur canggih dari NEV Lighthouse Factories GAC di Tiongkok, dengan 100% konektivitas data di seluruh proses produksi. Hal ini memungkinkan kontrol kualitas yang presisi serta efisiensi operasional yang tinggi.

Proses pergantian lini produksi dapat dilakukan hanya dalam waktu 30 menit, hal ini memungkinkan produksi yang cepat dan responsif. Kapasitas yang ada saat ini pun mampu memproduksi kendaraan dengan perhitungan 3 JPH (Jobs Per Hour) dan akan ditingkatkan menjadi 5 JPH.

Di Trim Line, proses perakitan kendaraan dimulai dengan mencetak Nomor Identifikasi Kendaraan (NIK) sebagai identitas mobil. Selanjutnya, dipasang panoramic roof menggunakan electric manipulator, dilanjutkan dengan pemasangan dashboard yang sudah dirakit di sub-assembly.

Proses diakhiri dengan pemasangan kaca depan dan belakang, sebelum unit dipindahkan ke Chassis Line. Di Chassis Line, pengerjaan fokus pada pemasangan komponen inti kendaraan.

Dimulai dengan pemasangan front & rear axle serta baterai High Voltage (HV). Setelah itu, kendaraan dilengkapi dengan bumper depan dan belakang, serta roda, yang memungkinkan mobil untuk turun dari hanger dan menuju tahap finalisasi.

Di Final Line, kendaraan mulai diaktifkan. Proses diawali dengan pengisian berbagai fluida penting (coolant, brake fluid, washer fluid), kemudian dipasang pintu menggunakan manipulator untuk menjamin presisi.

Tahap akhir adalah aktivasi sistem kendaraan, memastikan semua sistem elektronik berfungsi sebelum masuk keQuality Check. Pada tahap Quality Check, memastikan performa dan keselamatan kendaraan.

Mulai dari pemeriksaan fungsi kelistrikan dan pengisian daya, wheel alignment, kalibrasi headlamp dan LIDAR untukmendukung fitur ADAS, hingga Dyno Test yang mensimulasikanperforma kendaraan di jalan. Setelah lolos QC, kendaraan siap dikirim ke konsumen. (EPS)