Mazda Resmikan Pabrik Baru di Bogor, Indonesia Jadi Basis Perakitan dengan Standar Manufaktur Global
SpeednRide.com – PT Eurokars Motor Indonesia (EMI), Agen Pemegang Merek (APM) Mazda di Indonesia, hari ini meresmikan Mazda Indonesia Plant, fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia mengatakan, peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia.
“Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan industri otomotif nasional,” tuturnya.

Peresmian ini menandai babak baru perjalanan Mazda di Indonesia. Untuk pertama kali-nya sejak dipercaya menjadi Agen Pemegang Merek Mazda pada tahun 2017, Mazda kini merakit kendaraan di Indonesia sebagai bagian dari strategi investasi jangka panjang perusahaan.
Melalui investasi lebih dari Rp400 miliar, Mazda membangun fasilitas perakitan di atas lahan hampir 65.000-meter persegi yang dilengkapi dengan lini produksi, area validasi kualitas, dedicated test track, serta berbagai fasilitas pendukung yang dirancang berdasarkan Mazda Global Manufacturing Standards.
Pada tahap awal operasional, fasilitas ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal, dengan kapasitas hingga lebih dari 10.000-unit per tahun melalui operasional dua shift, seiring perkembangan bisnis perusahaan.
Mazda Indonesia Plant merupakan dedicated vehicle assembly facility yang dibangun secara eksklusif untuk kendaraan Mazda, berbeda dengan fasilitas perakitan yang menggunakan shared assembly line.
Di pabrik tersebut, seluruh fasilitas, peralatan, metode kerja, serta proses produksi dirancang secara khusus sesuai karakteristik kendaraan Mazda sehingga setiap tahapan produksi dapat dijalankan secara konsisten berdasarkan standar manufaktur global Mazda.
Proses produksi di Mazda Indonesia Plant mengintegrasikan seluruh tahapan dalam satu alur yang terstandarisasi, dimulai dari penerimaan komponen Completely Knocked Down (CKD), pengelolaan material melalui Warehouse Management System (WMS), proses kitting, hingga distribusi komponen ke setiap stasiun perakitan.
Setelah proses perakitan selesai, setiap kendaraan menjalani rangkaian validasi kualitas secara menyeluruh, mulai dari body setting, wheel alignment, hingga dynamic test pada dedicated test track yang mensimulasikan berbagai karakter jalan.

Pengujian kemudian dilanjutkan melalui Water Leak Test, Under Body Inspection, Final Inspection, serta Product Audit sebelum kendaraan dinyatakan memenuhi standar kualitas Mazda dan didistribusikan kepada pelanggan.
Seluruh hasil inspeksi kemudian dievaluasi di Audit Room sebagai pusat validasi kualitas kendaraan berdasarkan Mazda Quality Index for Customer (MQIC), sehingga setiap kendaraan yang diproduksi memenuhi standar kualitas global Mazda sebelum diterima oleh pelanggan.
Seiring perkembangan bisnis perusahaan, Mazda Indonesia Plant juga dipersiapkan untuk mendukung pengembangan model-model Mazda lain-nya yang dirakit di Indonesia, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, serta peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.
“Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia, mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional,” pungkas Ricky. (EPS)









