Agar Mesin Kendaraan Tetap Prima, Ini Saat yang Tepat Ganti Oli
SpeednRide.com – Banyak pengendara masih bingung menentukan kapan sebaiknya mengganti oli kendaraan. Padahal, oli berperan menjadi pelindung utama mesin dari panas dan gesekan.
Seiring pemakaian, oli akan mengalami proses alami seperti oksidasi, penguapan, dan terkontaminasi sisa pembakaran. Ketika masa pakainya sudah habis, kemampuan oli untuk melindungi komponen mesin pun berkurang.
Untuk membantu pengendara menjaga kondisi kendaraannya tetap prima, Pertamina Lubricants membagikan tips untuk mengenali kapan oli perlu diganti serta bagaimana memperpanjang masa pakainya supaya mesin tetap optimal.
Kenali Tanda Oli Perlu Diganti
Secara umum, penggantian oli dilakukan setiap 2.000-3.000 kilometer untuk motor dan 5.000-15.000 kilometer untuk mobil.
Namun, patokan ini tidak bersifat mutlak, dan dapat bervariasi tergantung pada jenis pelumas yang digunakan (mineral, semi-sintetik, atau full synthetic), performa level suatu pelumas, penggunaan bahan bakar yang tepat dan sesuai dengan rekomendasi pabrikan serta waktu perawatan kendaraan secara terjadwal.
Mulianto, Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants mengatakan, rentang waktu penggantian oli tidak hanya bergantung pada jarak tempuh, tapi juga pada kemampuan pelumas menghadapi beban dari mesin kendaraan dengan kondisi extrem jalanan seperti debu dan kemacetan.
“Oli full synthetic umumnya memiliki ketahanan lebih baik dibandingkan jenis mineral. Karena itu, penting bagi pengendara untuk memahami karakteristik oli yang digunakan agar bisa menyesuaikan jadwal penggantian dengan lebih tepat,” ujarnya.
Selain patokan jarak, ada sejumlah tanda yang bisa menjadi indikator jika oli perlu segera diganti:
Suara mesin terdengar kasar atau berdengung
Seiring pemakaian, lapisan oli di antara komponen logam menjadi lebih tipis. Gesekan pun meningkat, membuat suara mesin terdengar lebih keras atau kasar.
Tarikan kendaraan terasa berat
Oli yang sudah lama digunakan tidak lagi mengalir sebaik saat baru diganti. Akibatnya, pergerakan komponen internal seperti piston dan katup menjadi kurang mulus. Respons gas terasa lebih lambat, suhu mesin cepat naik, dan tenaga kendaraan pun berkurang, terutama saat menghadapi kemacetan atau jalan menanjak.
Suhu mesin terasa panas
Mesin panas diakibatkan oleh gesekan antar komponen dari mesin yang berlebih. Ini menjadi tanda bahwa kinerja oli di dalam kendaraan mengalami penurunan performa.
Konsumsi bahan bakar meningkat
Ketika pelumas sudah melewati masa pakai idealnya, mesin perlu bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama. Proses pembakaran menjadi kurang efisien, sehingga bahan bakar yang terpakai lebih banyak dibanding kondisi normal.
Pengendara disarankan mencatat tanggal dan jarak tempuh setiap kali mengganti oli, agar lebih mudah memantau masa pakai oli. Untuk mendorong kebiasaan perawatan kendaraan yang lebih disiplin, Pertamina Lubricants menghadirkan promo Hari Gajian dan promo Mudah Cuan.
Dua promo cashback oli yang berlangsung sepanjang Januari hingga Desember 2026, dapat dimanfaatkan di lebih dari 2.000 bengkel rekanan di seluruh Indonesia.
Melalui promo Hari Gajian dan Mudah Cuan, konsumen yang melakukan penggantian oli Pertamina minimal 0,8 liter untuk oli motor, 3.5 liter untuk oli mobil, atau 4 liter untuk oli niaga berkesempatan mendapatkan e-voucher MyPertamina atau saldo e-wallet.
Promo Hari Gajian berlaku di setiap awal bulan (tanggal 1–7), sedangkan program Mudah Cuan setiap akhir bulan (tanggal 25–30). (EPS)









