Pasar kendaraan niaga di Indonesia kedatangan pemain baru dari Tiongkok. Farizon Auto, anak perusahaan Geely Holding Group yang dikenal sebagai pionir kendaraan niaga ramah lingkungan, resmi menjalin kemitraan strategis dengan Arista Group melalui PT Arista Auto Elektrindo. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Distributor Agreement hari ini (09/09) di Jakarta, untuk memasarkan kendaraan Farizon di Indonesia.

Kerjasama tersebut dikatakan mempertegas trend transformasi kendaraan komersial menuju elektrifikasi di Tanah Air.

Arista yang merupakan salah satu grup otomotif besar dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, akan jadi ujung tombak Farizon di Indonesia. Mulai dari distribusi, penjualan, hingga layanan purna jual.

“Dengan jaringan distribusi yang kuat dan pengalaman panjang di industri otomotif, kami siap menghadirkan kendaraan niaga modern yang efisien, andal, dan ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan bisnis di Indonesia,” ujar Hartono Sohor, Chairman Arista Group.

Farizon Auto: Raksasa Kendaraan Niaga Hijau dari Tiongkok

Produk Ferizon Auto

Farizon Auto dikenal sebagai produsen kendaraan niaga terbesar di Tiongkok yang menawarkan lini produk energi baru terlengkap. Portofolionya bukan cuma truk berat, tapi juga mencakup truk ringan, mikro, LCV, hingga bus.

“Indonesia memiliki potensi sangat besar untuk kendaraan niaga ramah lingkungan. Kami antusias bermitra dengan Arista Group dan yakin kolaborasi ini akan mempercepat adopsi kendaraan komersial berbasis energi bersih di Indonesia,” kata Xue Tao, CEO Farizon Auto International Company.

Dorong Transformasi Industri Kendaraan Niaga Indonesia

Kolaborasi Farizon Auto dan Arista Group tidak hanya sebatas distribusi dan pelayanan produk. Keduanya mengatakan telah menyiapkan strategi jangka panjang, termasuk kemungkinan perakitan lokal (local assembly) di masa depan. Tidak ketinggalan perluasan jaringan dealer, serta penguatan layanan purna jual.

Menurut keterangan dari Arista, produk Farizon nantinya akan difokuskan untuk meningkatkan efisiensi bisnis pelanggan. Khususnya di sektor logistik dan transportasi barang. Melalui teknologi canggih, desain ergonomis, serta kemampuan untuk menekan biaya operasional.

Langkah ini sekaligus mendukung program pemerintah Indonesia dalam menekan emisi karbon dan mendorong adopsi kendaraan berbasis energi bersih.